Tutak Tutuk Gatuk (TTG) membuka kegiatan Sekolah Generasi Iklim dengan gaung syair dan nada yang membadai, mengingatkan para peserta pada pentingnya kelestarian alam. Kegiatan diadakan Bojonegoro Institute (BI) bekerjasama Ford Foundation ini, dihelat di gedung Pusat Informasi Geopark Bojonegoro (23/8/2025).
Kegiatan diikuti Gen Z dari sejumlah SMA di Bojonegoro ini, bertujuan mendekatkan kembali para pelajar pada isu lingkungan. Mengingat, generasi muda menjadi tambatan utama atas bermacam nasib lingkungan alam, kelak di masa depan. Karena itu, memberi bekal untuk generasi muda sangat urgen dan harus diprioritaskan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Luluk Alifah, dalam sambutannya mengatakan, para pemuda dan pelajar (Gen Z) punya peran penting dalam menyelamatkan alam, khususnya Perubahan Iklim, di masa depan. Karena itu, Luluk sangat senang dan bangga, ketika melihat para pelajar mengikuti Sekolah Generasi Iklim ini.
”Saya bangga karena kegiatan Sekolah Iklim ini diikuti para Gen Z” ucap Luluk.
Luluk menjelaskan, masa depan lingkungan beserta perubahan iklim, bukan sekadar permasalahan hari ini. Melainkan juga urusan generasi di masa depan. Karena itu, pembekalan berupa pengetahuan mengenai lingkungan alam, khususnya perubahan iklim, sangat penting bagi generasi muda hari ini.
Direktur Bojonegoro Institute, AW Saiful Huda mengatakan, Sekolah Generasi Iklim ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda terkait keanekaragaman lingkungan yang ada di Bojonegoro. Dengan pengetahuan itu, diharap kesadaran generasi muda akan isi kerusakan lingkungan kian matang.
”Kegiatan ini tentu bertujuan utama membangun kesadaran generasi muda atas pentingnya lingkungan di Bojonegoro” kata pria akrab disapa AW tersebut.
AW menjelaskan, kegiatan Sekolah Generasi Iklim ini terdapat tiga materi utama. Di antaranya pengenalan ekologi Bojonegoro, permasalahan lingkungan hari ini, serta pohon-pohon penting yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan adanya materi tersebut, diharapkan agar para pelajar memiliki kedekatan dengan kelestarian lingkungan.

Kharisma Cindy, salah seorang peserta Sekolah Generasi Iklim menyebut, kegiatan ini cukup menarik baginya. Sebab, selain menambah pengetahuan bagi tema-tema lingkungan, ia juga bisa mengenal banyak peserta dari berbagai sekolah lain. Mengingat, kegiatan ini diikuti sejumlah pelajar dari berbagai sekolah SMA di Bojonegoro.
“Terlebih, banyak materi yang memang tidak diajarkan di sekolah umum” Ucap pelajar dari SMA Padangan itu.
Selain sejumlah materi penting terkait lingkungan alam di Bojonegoro, kegiatan Sekolah Generasi Iklim ini juga menghadirkan musik ekologis yang dibawakan Tutak Tutuk Gatuk (TTG), sebuah grup orkes musik yang kerap menyuarakan dan membawakan tema-tema lingkungan alam.








