Masa Depan yang Sesungguhnya
Mungkin masih jelas dalam memori kita bahwa dulu tatkala usia kita masih kanak-kanak atau remaja, kerap kali mendengar pesan dari...
Read moreMungkin masih jelas dalam memori kita bahwa dulu tatkala usia kita masih kanak-kanak atau remaja, kerap kali mendengar pesan dari...
Read moreSelama kita masih merasa bersih di tengah sungai yang kotor, demokrasi tak lebih dari busa: tampak banyak, mengilap sesaat, lalu...
Read more“ADIKKU! Aku berpesan kepada kau, janganlah kau menginginkan jabatan khalifah. Sebab, aku-demi Allah-melihat bahwa Allah tidak menghimpun bagi kita antara...
Read moreJika desa kehilangan nafas, negara akan kehilangan akarnya. Dan pohon tanpa akar, betapapun tinggi gedungnya, akan roboh oleh angin sejarah...
Read moreSebelum mulai menulis, apakah memang harus membaca teks seperti halnya buku, majalah, koran, dan semacamnya, agar lancar menulis? Sepengalaman saya...
Read moreKrisis hutan di Aceh dan Sumatra lebih dari sekadar masalah lingkungan. Lebih dari itu, ia adalah isu keadilan sosial. Pengelolaan...
Read moreJawa Barat hanyalah satu cermin. Pantulannya tampak jelas di Jawa pada umumnya, dan di banyak tempat lain yang sedang dipaksa...
Read more"Lo, kok hari ini bukan Hari Natal?" Demikian gumam saya hari itu. Pada 24 Desember 1978. Bulan itu adalah bulan...
Read moreKelak, ketika tahun-tahun bergeser dan nama-nama memudar, semoga ada yang mengingat kita bukan karena kemenangan, melainkan karena keberpihakan. Bukan karena...
Read moreTirto dan Pramoedya adalah satu entitas yang hidup pada zaman berbeda. Keinginan bupati Blora menjadikan Tirto sebagai nama jalan, mengingatkan...
Read more