Pemburu Ilmu dari Gaza, Catatan Akhir 2025
Langit Fustat, Mesir malam itu bagai kain beludru biru tua. Sementara Sungai Nil mengalir pelan, membawa bisikan zaman dalam riaknya...
Read moreLangit Fustat, Mesir malam itu bagai kain beludru biru tua. Sementara Sungai Nil mengalir pelan, membawa bisikan zaman dalam riaknya...
Read moreAda sesuatu yang bergeser pada Natal kali ini. Ia tidak lagi berdiri tegak dengan dada dibusungkan cahaya, melainkan menunduk pelan,...
Read moreDesa hari ini sedang diuji: apakah ia tetap menjadi ruang hidup yang merdeka, atau sekadar ladang basah bagi predator berseragam...
Read moreAset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi setebal buku telepon. Aset terbaik kita adalah keberanian mengambil risiko dan...
Read moreCinta untuk seorang pria bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Melainkan sesuatu yang harus dibayar dengan kemampuan dan napasnya sendiri....
Read moreFicus, yang dalam bahasa sehari-hari kita kenal sebagai pohon beringin, ara, atau karet kebo, bukan sekadar tanaman hias kota atau...
Read moreSeberapa sering kita melihat aparat sibuk berfoto di lokasi banjir, sementara korban mengetuk pintu dapur tetangga karena pemerintah terlambat? Di...
Read moreDua puluh lima tahun bukan sekadar usia, ia adalah medan tempur yang menuntut lebih banyak dari yang pernah saya siapkan....
Read moreEkologi, budaya, dan kreativitas merupakan tiga aspek penting yang saling berkonstelasi dalam membentuk peradaban manusia. Dalam sejarah perkembangan manusia, terdapat...
Read moreBukit Barisan, dengan semua luka yang kita paksakan padanya, kini menjadi cermin paling jujur tentang siapa kita: makhluk yang tak...
Read more