Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kreasi Unik nan Otentik di Festival Waluh Desa Kumpulrejo Bojonegoro

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
16/08/2019
in Destinasi
Kreasi Unik nan Otentik di Festival Waluh Desa Kumpulrejo Bojonegoro

Pemerintah Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro menggelar Festival Waluh 2019. Festival ini dihelat pada Kamis (15/8/2019). Sejumlah kreasi unik nan otentik berbahan dasar waluh bisa ditemui di festival yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto tersebut.

Waluh merupakan sayuran yang banyak tumbuh di Desa Kumpulrejo. Masyarakat sekitar memanfaatkan Waluh sebagai bahan makanan. Baik itu dimasak sayur, atau hidangan penutup seperti kolak. Bahkan banyak kreasi unik berbahan dasar Waluh yang diciptakan oleh warga Kumpulrejo.

Karena sudah jadi ciri khas, warga dan pemerintah desa pun membuat Festival Waluh. Festival ini dipusatkan di lapangan Desa Kumpulrejo. Ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan festival yang diikuti oleh warga sekitar tersebut.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto membuka langsung Festival Waluh ini. Dalam sambutannya, Budi Irawanto memberikan pujian dan juga semangat kepada warga Kumpulrejo. Ia berharap kreativitas warga dalam mengolah potensi lokal bisa terus dilanjutkan.

“Desa-desa harus mempunyai kreasi serta inovasi untuk memberdayakan masyarakat desanya sendiri,” pesannya,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro tersebut.

Budi Irawanto juga memberikan apresiasi besar terhadap Festival Waluh yang dilaksanakan Desa Kumpulrejo. Ia berharap kegiatan ini ke depannya dapat dikomunikasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Supaya muncul inovasi dan kreasi baru, sehingga bisa mempromosikan Bojonegoro dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain Wakil Bupati, ada pula Camat Kapas yang turut hadir di acara tersebut. Camat Kapas, Agus Hardiyanto menuturkan bawha Festival Waluh ini merupakan bentuk kreativitas serta inovasi yang patut diapresiasi bersama.

“Semoga Festival Waluh Desa Kumpulrejo ini dapat bersama-sama menjadikan masyakat maju dan sejahtera,” ucap Agus.

Dalam festival tersebut ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Ada kegiatan masak dodol atau jenang waluh bersama-sama. Dodol tersebut kemudian dibagikan kepada warga sekitar secara cuma-cuma alias gratis.

Dodol waluh ini merupakan kreasi unik yang diciptakan oleh warga Kumpulrejo. Dengan olahan unik nan otentik berupa dodol, sayuran waluh jadi punya nilai jual yang lebih.

Di tempat acara, ada stand yang berisikan produk-produk lokal Bojonegoro. Termasuk stand produk olahan makanan yang terbuat dari waluh. Warga atau pengunjung yang datang ke lokasi acara pun bisa membeli produk olahan waluh sebagai oleh-oleh.

Waluh memang bisa dibuat jadi beberapa olahan unik. Selain dodol, waluh juga bisa disulap jadi egg roll, kecimpring, hingga brownies kering. Bahkan ada yang mampu mengubah waluh jadi stik yang renyah.

Di lokasi acara juga nampak gunungan waluh raksasa. Puluhan waluh disusun rapi di wadah yang terbuat dari bambu. Para warga pun memanfaatkan gunungan waluh raksasa tersebut untuk mengambil foto bersama atau sekadar berswafoto.

Festival Waluh Kumpulrejo ini kembali menambah daftar kegiatan unik yang ada di Bojonegoro. Sebelumnya, Bojonegoro memang memiliki beberapa festival unik yang punya daya tarik bagi wisatawan. Sebut saja Festival Bengawan, Festival Belimbing, Festival Salak Wedi, hingga Festival Tahu Ledok.

Keberadaan festival unik tentu punya dampak yang baik untuk mengangkat potensi lokal sekaligus mengembangkan sektor pariwisata Bojonegoro.

Langkah Pemerintah Desa Kumpulrejo dalam membuat Festival Waluh memang layak mendapatkan apresiasi. Kreativitas dari hal sederhana bisa melahirkan suatu hal yang menarik. Sesuatu yang bisa dicontoh atau diadopsi oleh desa-desa lain yang ada di Bumi Angling Dharma.

Tags: Festival Unik BojonegoroFestival Waluh
Previous Post

Berkah Lupa dan Bagaimana Otak Membantu kita Melawan Masa Lalu 

Next Post

Ketika Pahlawan hanya Pantas Disandang Jalan

BERITA MENARIK LAINNYA

Gang Sedeng, Sudut Kreatif Kaum Urban Bojonegoro
Destinasi

Gang Sedeng, Sudut Kreatif Kaum Urban Bojonegoro

05/12/2025
Sendang Banyu Urip, Penopang Ekosistem Lapangan Migas
Destinasi

Sendang Banyu Urip, Penopang Ekosistem Lapangan Migas

28/11/2025
TPG Stadium: Lapangan Bola Klusur-Klusur di Balen Bojonegoro
Destinasi

TPG Stadium: Lapangan Bola Klusur-Klusur di Balen Bojonegoro

29/09/2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Pelajaran dari Luka yang Sama

Pelajaran dari Luka yang Sama

15/01/2026
Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

15/01/2026
Pastikan Akses Pendidikan, Upaya Tingkatkan IPM Bojonegoro

Pastikan Akses Pendidikan, Upaya Tingkatkan IPM Bojonegoro

14/01/2026
Tambang Emas Ra Ritek: Suara Warga Trenggalek Terhadap Tambang Emas dalam Balutan Film Dokumenter

Tambang Emas Ra Ritek: Suara Warga Trenggalek Terhadap Tambang Emas dalam Balutan Film Dokumenter

14/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: