Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Merindukan Euforia Konser Musik dan Menantikan Karya Baru Musisi

Bakti Suryo by Bakti Suryo
06/07/2020
in Altertainment
Merindukan Euforia Konser Musik dan Menantikan Karya Baru Musisi

Rasa rindu euforia konser musik jelas harus diobati. Ini sifatnya “harus disegerakan”. Terutama saat pandemi berakhir. Pasti kamu juga merasakan, industri hiburan termasuk yang terhantam keras dampak Covid-19.

Pandemi memisahkan jarak, menciptakan rindu, mendesak untuk bertemu. Bukan hanya pada kekasih, melainkan juga kepada idola dan karyanya. Betapa tidak, panggung pertunjukkan kosong dan sunyi. Ini semua akibat ulah si virus Covid-19.

Salah satu industri yang paling terdampak pada masa pandemi adalah sektor hiburan. Berbagai jenis hiburan dan pertunjukkan mulai dari musik, teater, hingga film harus berhenti sementara waktu.

Di dunia musik, para musisi di Indonesia tak bisa manggung lagi sejak bulan Maret 2020 silam. Kebijakan pembatasan sosial “merenggut” aksi panggung para musisi. Baik panggung megah atau sekadar mini stage indoor. Bukan salah siapa, melainkan demi keselamatan bersama.

Baca juga: Pandemi Corona dan Ketakutan yang Tak Perlu

Industri hiburan sedang “paused” panjang. Tentu ini berdampak pada para pekerja seni. Termasuk seorang musisi asal Semarang yang berprofesi sebagai Disc Jokey (DJ), Radlix.

Sebelum masa pandemi, Radlix kerap mengisi acara live music. Seminggu bisa dua hingga tiga event. Seringnya di cafe, klub atau event indoor. Sejak berlaku pembatasan sosial, terdapat belasan jadwal yang dibatalkan.

“Sepi acara live music ini. Pastinya semua yang kerja di Industri hiburan merasakan dampaknya. Ya gimana lagi, paling ya ngutak-ngatik lagu,” kata Radlix.

Liburnya event hiburan ini dimanfaatkan Radlix untuk membuat karya baru. Meramu musik baru untuk diledakkan saat pandemi berakhir. Minimal saat semua kembali normal dan pembatasan sosial berakhir.

Sengaja dia tidak memasarkan lewat platform digital. Bahkan sekadar demo. Itu semua khusus untuk live perform setelah pandemi. Radlix merasa karya baru bisa menjadi obat. Khususnya bagi penikmat konser musik.

Radlix tentu tak sendirian. Musisi-musisi lain mungkin akan melakukan hal serupa. Momen pandemi corona membuat para musisi memiliki banyak waktu untuk menggarap karya baru atau mematangkan materi yang sudah ada.

Baca juga: 5 Hal Menyenangkan yang Bisa Dilakukan Setelah Pandemi Berakhir

Rasa rindu euforia konser musik jelas harus diobati. Ini sifatnya “harus disegerakan”. Terutama saat pandemi berakhir. Pasti kamu juga merasakan, industri hiburan termasuk yang terhantam keras dampak Covid-19.

Setelah pandemi, diharap nantinya akan muncul karya-karya baru. Terutama dalam panggung musik dan industri hiburan lainnya. Bagaimana tidak, rindu akan euforia konser musik mungkin tak tertahan lagi.

Aksi panggung, lighting megah, atmosfir yang bergetar serta berjingkrak dan bernyanyi bersama, siapa yang tak menginginkannya? Terlebih saat setelah pandemi memenjarakan kamu semua.

Tidak sabar lagi, seperti apa nantinya euforia konser musik pasca pandemi. Mungkinkah rindu dan penat tumpah ruah dan larut menyatu, menjadi momen konser paling indah dan terkenang?

Tags: MusisiPandemi CoronaRadlix
Previous Post

Belajar Bertumbuh dari Minggu Pagi

Next Post

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Jika Ingin Bepergian dengan Kereta Api di Masa Pandemi

BERITA MENARIK LAINNYA

Serial Keluarga Cemara: Sebuah Kritik Terhadap Penguasa Orde Baru
Altertainment

Serial Keluarga Cemara: Sebuah Kritik Terhadap Penguasa Orde Baru

04/04/2026
Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu
Altertainment

Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

15/01/2026
Buku Reset Indonesia: Cetak Biru untuk Indonesia Baru
Altertainment

Buku Reset Indonesia: Cetak Biru untuk Indonesia Baru

07/01/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: