Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mewaspadai Serangan Hipotermia saat Banjir Melanda

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
04/01/2020
in Peristiwa
Mewaspadai Serangan Hipotermia saat Banjir Melanda

Sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan patut diwaspadai saat bencana banjir melanda. Contohnya seperti demam berdarah, malaria, hingga leptospirosis. Tak hanya itu, warga yang terdampak banjir juga wajib mewaspadai serangan hipotermia.

Bencana banjir yang melanda kawasan Ibukota Jakarta jadi perhatian publik di awal 2020. Tak hanya Jakarta saja, kota-kota penyangga seperti Depok, Bekasi, Tanggerang, dan Bogor juga terkena bencana ini.

Banjir di awal 2020 ini tak hanya merusak rumah maupun kendaraan warga, tapi juga merenggut korban jiwa. Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, hingga Sabtu (4/1/2020) sebanyak 47 orang meninggal dan hilang akibat banjir Jabodetabek 2020 ini.

“Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Bogor 11 orang, kemudian Jakarta Timur 7 orang, Kota Bekasi dan Kota Depok masing-masing 3 orang, dan masing-masing 1 orang untuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kota Tangerang,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo sepeti dilansir dari CNBC Indonesia.

Baca juga: Banjir Jakarta dan Taman yang Instagramable

Salah satu penyebab meninggalnya korban banjir adalah hipotermia. Menurut BNPB, ada 3 warga yang meninggal akibat hipotermia. Diduga, korban terlalu lama berada di dalam air, mengenakan pakaian basah, atau karena kondisi-kondisi lainnya yang menyebabkan suhu tubuhnya turun drastis.

Hipotermia sendiri diartikan sebagai kondisi suhu tubuh manusia yang berada di bawah 35 derajat celcius. Sehingga, penderitanya mengalami kedinginan akut. Hipotermia ditandai dengan gejala menggigil, susah bergerak, sesak napas, pusing, hingga halusinasi.

Tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi tubuh dari udara dingin dengan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Namun, saat suhu tubuh sudah turun di bawah 35 derajat Celcius, fungsi syaraf dan organ tubuh lainnya akan terganggu. Hipotermia pun rentan terjadi.

Mengatasi Hipotermia

Sebagai tindak pencegahan, Palang Merah Indonesia langsung bergerak cepat agar kejadian hipotermia terhadap korban banjir tak terulang lagi. PMI melakukan sosialisasi kepada korban banjir mengenai pencegahan dan penangan hipotermia.

Biro Humas PMI Pusat, Aulia Ariani mengatakan jika selain membantu korban banjir, PMI juga memberikan sosialisasi mengenai hipotermia dan penyakit lainnya.

“Biasanya korban banjir mudah terserang hipotermia yang dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin,” ujar Aulia.

Dalam sosialisasi tersebut, PMI menjelaskan mekanisme sederhana dalam mengatasi hipotermia. Jika ada warga mengalami gejala hipotermia seperti kedinginan atau susah bergerak, segeralah lakukan tindakan lepas dan ganti baju yang basah dengan yang kering.

Baca juga: Hikayat Banjir dan Hari Air Sedunia

Gunakan pula beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh. Kemudian, berikan minuman hangat yang tidak mengandung kafein. Cara itu merupakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan dengan mudah.

Untuk penganan lebih lanjut, sebaiknya memang membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis yang memadai. Karena jika tak segera mendapatkan pertolongan medis, nyawa penderita hipotermia bisa tak tertolong.

Bencana banjir di awal tahun memang punya potensi untuk mendatangkan banyak penyakit. Karena itu Nabs, jaga diri baik-baik ketika kamu terdampak bencana banjir.

Jangan lama-lama berada dalam air atau luar ruangan. Pastikan tubuh kamu selalu dalam kondisi hangat. Sehingga, di cuaca dan curah hujan yang tak menentu seperti sekarang ini, kamu terhindar dari serangan hipotermia.

Tags: BanjirHipotermia
Previous Post

Kenaikan Harga Rokok dan Rahasia Di Baliknya

Next Post

Perjumpaan Kedua dan Cerita Tentang Ombak

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah
Peristiwa

Di Tengah APBD Raksasa, Ribuan Anak Bojonegoro Masih Sulit Bersekolah

24/07/2026
Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah
Peristiwa

Ajak Siswa SMP Manfaatkan Bonggol Jagung, KKN Unigoro Beri Edukasi Pentingnya Kelola Limbah

24/07/2026
Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM
Peristiwa

Realisasikan Visi Pembangunan Manusia, Pemkab Bojonegoro dan EMCL Sepakati Penguatan Pendidikan STEM

22/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

29/07/2026
Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

28/07/2026
Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

27/07/2026
Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

26/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: