Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Banjir Jakarta Melibatkan Gubernur Anies, Presiden Jokowi hingga Alien dan Monster Pengendali Air

Redaksi by Redaksi
03/01/2020
in Redaksi
Banjir Jakarta Melibatkan Gubernur Anies, Presiden Jokowi hingga Alien dan Monster Pengendali Air

Banjir Jakarta hari ini bukan cuma soal air. Ia menjelma jadi banjir kata-kata serupa makian, satire, pembelaan, dan pujian. Maka di media sosial muncul sebutan Gubernur Dungu, Anies Bermulut Manis, hingga Bacot Ruhut Sitompul. Semua muncul sesaat setelah Monster Pengendali Air mulai berkeliaran.

Banjir Jakarta di akhir tahun ini dianggap hadiah tahun baru. Setidaknya itu yang dikatakan Roy Marten dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Video ini jadi menarik banyak orang karena Roy menyebut Gubernur Anies Baswedan.

“Saya baru percaya sama Pak Anies Baswedan bahwa Nabi Nuh saja tidak bisa mengatasi banjir apalagi saya (Anies),” ucap Roy Marten.

Kata-kata Roy membuat para netizen mengejarnya. Menanyakan maksud kata-kata tersebut. Alhasil Roy harus memberi klarifikasi. Bahkan klarifikasi tersebut dimuat di media.

Mengunggah kondisi banjir Jakarta ala Roy Marten sebetulnya juga dilakukan selebritas lainnya dengan berbagai cara. Sebut saja Yuni Shara, Nikita Mirzani, dan lain-lain yang sama-sama bikin hebohnya.

Baca juga: Banjir Jakarta dan Taman yang Instagramable

Tapi yang menarik dari kehebohan warganet terhadap Roy Marten adalah kata kunci “Gubernur Anies Baswedan”. Ini menarik, karena setiap kali ada postingan yang mengarah ke sana, siap-siap saja diserbu. Ibarat lalat mencium bau busuk. Lalat berwujud Monster Pengendali Air.

Gelagat semacam ini tentu akan selalu dimanfaatkan para pencari perhatian. Sebut saja Ruhut Sitompul. Postingan Si Poltak Raja Minyak dari Medan ini dengan gagah berani menyebut Gubernur Anies Baswedan sebagai biang banjir. Tak butuh waktu lama, postingannya langsung diserbu. Serupa diskon akhir tahun.

Ma’afkan Kami Tuhan, karena Kesombongan Orang yg terpilih menjadi Gubernur dgn cara SARA Ujaran Kebencian Fitnah & Teror Rakyat Jakarta & Sekitarnya menjadi Korban Bencana Hujan Banjir berkepanjangan karena Ibu Kota tidak Ditata dgn baik hanya Bersilat Lidah saja MERDEKA.

— Ruhut Sitompul (@ruhutsitompul) January 2, 2020

Tentu warganet sudah mafhum karakter Ruhut. Bukan Luhut ya. Awas jangan salah sebut. Kalau Ruhut, belakangnya Sitompul, kalau Luhut, pastilah Binsar Pandjaitan.

Buat yang sulit ngucap R dan L seperti saya ini, pasti sering keliru deh wqwq.  Meskipun sama-sama berkomentar tentang banjir Jakarta, tapi kita tidak akan bahas Luhut di sini.

Balik lagi ke karakter Ruhut tadi. Warganet faham bagaimana sejak dulu Ruhut mengomentari lawan politiknya perihal banjir Jakarta. Tak heran jika warganet mengunggah kembali komentar-komentar lawas Ruhut terhadap lawan politiknya. Komentar tentang banjir Jakarta yang kontraproduktif dengan komentarnya saat ini.

https://twitter.com/basoe_mercon/status/1212698693716992004?s=21

Memang nggak semua komentar warganet relevan. Alih-alih membantah argumen Ruhut, malah ada yang menagih janji Jokowi. Mungkin warganet semacam ini merasa junjungannya diserang. Serta menganggap serangan Ruhut tersebut membentengi kubu seberang, dalam hal ini kubu Jokowi yang sekarang dibela pengacara itu.

Baca juga: Harapan Masyarakat Terhadap Kabinet Kerja Jilid 2 Joko Widodo

Sejatinya banjir Jakarta itu persoalan yang rumit. Sama rumitnya dengan banjir Jawa Barat dan Bojonegoro. Tidak semudah perang kata-kata. Bahkan, kian menjadi rumit karena jadi pusat perseteruan netizen yang maha bisa dan maha benar sebagai sosok Monster Pengendali Air.

Namun, apapun komentar dan bahasa yang digunakan Lord Netizen, seharusnya mengarah pada solusi. Soal siapa yang salah, itu soal belakangan. Bisa jadi Gubernur Jakarta, bisa juga presiden, tapi bisa juga netizen. Bahkan mungkin kesalahan para alien ~

Kita memang bebas berkomentar soal banjir Jakarta, banjir Jawa Barat, banjir Bojonegoro dan beragam persoalan lainnya. Tapi sebaik-baiknya komentar adalah yang berorientasi solusi. Bukan yang paling bagus bahasanya. Bahasa hanya alat untuk menyampaikan pesan agar kita sama-sama mengerti. Pakar Bahasa Indonesia, Ivan Lanin bilang:

“Tanpa keterampilan bahasa, si Pintar tampak dungu. Sebaliknya, si Dungu tampak pintar dengan bermodal lidah yang fasih atau pena yang tajam. Kuasai bahasa, kuasai dunia.”

Kalimat ini mohon tidak ditelan mentah, sodara. Sebaiknya dicuci dulu, dibersihkan, ditiriskan, direbus, diseduh lalu dihidangkan. Nah, baru deh bisa dimakan. Kalau mentah nggak enak. Bisa-bisa keracunan. Pahit.

Sebelum menguasai bahasa, harus menguasai masalah, menguasai persoalan, dan memasaknya jadi solusi. Bicara saja mudah. Kalau bicara sembarangan, ya jadinya disebut dungu. Bahkan gubernur sekalipun. Presiden sekalipun. Bisa dicap dungu hanya karena tidak memasak bahasa dengan baik.

Baca juga: Antisipasi Bencana Banjir Bojonegoro di Awal 2020

Banjir Jakarta hari ini, banjir Bandung, Bekasi, dan daerah-daerah lain yang tidak terekspos media, butuh bantuan. Bantuan bisa berupa bantuan langsung dan bantuan tidak langsung serupa ide, solusi dan gagasan untuk penanganan dan antisipasi.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentu butuh masukan soal banjir hari ini. Bahkan butuh bantuan riil dari kita. Alih-alih menggerakan nurani Pak Presiden Jokowi, Anda malah nyinyir dan cuma rebahan nunggu alien datang mbonceng Avatar Pengendali Air. Hadeuuhh ~

Tags: Banjir JakartaBanjir Jakarta hari iniGubernur Anies BaswedanJakarta FloodsJokowi dan banjirPengendali Air
Previous Post

Kekuatan Terima Kasih dan Mari Menjadi Anak-anak

Next Post

Kenaikan Harga Rokok dan Rahasia Di Baliknya

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Iran: Kemajuan Sains di Tengah Embargo
Redaksi

‎Iran: Kemajuan Sains di Tengah Embargo

23/03/2026
‎Jambaran, Jejak Bledug Geni dalam Proyek Strategis Nasional
Redaksi

‎Jambaran, Jejak Bledug Geni dalam Proyek Strategis Nasional

05/03/2026
‎Identitas Kultural dalam Pembangunan Taman Perbatasan
Redaksi

‎Identitas Kultural dalam Pembangunan Taman Perbatasan

09/01/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: