Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menguak Manfaat Kulit Ari Kacang Tanah bagi Kesehatan

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
23/06/2020
in JURNAKULTURA
Menguak Manfaat Kulit Ari Kacang Tanah bagi Kesehatan

Kacang tanah memiliki kulit ari yang senantiasa menempel. Kulit ari yang biasanya dibuang dan disishkantersebut, ternyata punya beragam manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kulit air kacang tanah? 

Mayoritas masyarakat Indonesia cukup akrab dan mengenal dengan baik kacang tanah. Tanaman yang biasa jadi cemilan yang satu ini disukai oleh semua golongan masyarakat. Ia bisa dinikmati dalam keadaan kering (sangrai/goreng) atau basah (rebus/kukus).

Tak sekadar jadi cemilan, kacang tanah pun bisa diolah jadi bumbu. Aneka kuliner khas Indonesia seperti pecel, gado-gado, hingga ketoprak tak bisa dilepaskan dari yang namanya kacang tanah.

Kacang tanah memiliki manfaat yang cukup banyak dikarenakan tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Kacang tanah mengandung vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal,

Tanaman palawija ini juga kaya akan antioksidan sehingga beragam manfaat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi secara tepat dan rutin.

Bukan hanya kacang tanahnya saja lho Nabs, yang punya beragam manfaat. Kulit ari yang menempel pada kacang tanah pun ternyata punya manfaat bagi kesehatan.

Dengan mengkonsumsi kacang tanah bersama dengan kulit arinya dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker, hingga mencegah obesitas pada anak-anak.

Temuan manfaat kulit ari kacang tanah ini dilakukan oleh salah seorang peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Agustina Asri Rahmianna.

Berdasarkan data litbang Kementrian Pertanian, Agustina menjelaskan tentang komponen apa saja yang ada pada kacang tanah. Kacang tanah yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan biji.

Kemudian, dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan polong dan kulit ari biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah.

Hasil penelitiannya mengungkapkan tentang kandungan apa saja yang ada pada kulit ari kacang tanah tersebut. Hasilnya, kandungan yang terdapat pada kulit ari kacang tanah terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan senyawa-senyawa fenolik.

Namun, dari keempat unsur yang terkandung, hanya senyawa-senyawa fenolik inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Pasalnya, senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di dalam tubuh manusia.

“Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen,” ungkap Agustina seperti dikutip dari Litbang Kementrian Pertanian.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, juga menyampaikan peluang hasil riset dari kulit ari kacang tanah ini. Kulit ari tanah yang semula tidak ada nilainya, akan menjadi bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi nilai tambah bagi petani.

“Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani,” ujar Fadjry.

Kini, jangan ragu untuk mengonsumsi kacang tanah bersama kulit arinya. Kulit ari yang biasa kamu buang atau sisihkan, ternyata punya segudang manfaat penting bagi kesehatan tubuh.

Tags: Kacang TanahManfaat Kacang TanahManfaat Kulit Air Kacang Tanah
Previous Post

Jika Gantikan Shin Tae Yong, Mampukah Juergen Klopp Membawa Timnas Indonesia Juara AFF?

Next Post

Memadamkan Api dengan Hantaman Gas Elpiji

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

06/11/2026
Sadap: Mengambil dengan Melukai

Sadap: Mengambil dengan Melukai

05/11/2026
Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

04/11/2026
Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

03/11/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: