Aktivis Kenangan: Progresif, Militan, dan Terlupakan
Progresif dan militan saja tak cukup. Aktivis perlu mewariskan kenangan karya dan pemikiran. "Mas, iki Rudi dalam kondisi berbahaya." Kata Jokun...
Read moreProgresif dan militan saja tak cukup. Aktivis perlu mewariskan kenangan karya dan pemikiran. "Mas, iki Rudi dalam kondisi berbahaya." Kata Jokun...
Read more"Tapi, siapalah aku, memantik api cemburu di cerutumu yang lekas jadi abu...." Bait terakhir puisi itu diucap fasih sekali. Puisi...
Read moreAku terbangun lagi di tengah tidur malam ku, masih dengan mimpi yang sama, ku raba sekitar dan mengambil handphone, pukul...
Read moreKau boleh memilih pada siapa hatimu kau berikan. Tapi kau harus tahu, hasil akhir tetap wilayah Tuhan. Namanya Kalla, ia...
Read moreOjo kesusu bukak jendela. Yen awakmu durung siap nompo nur utawi cahaya. Lagu "Mawthini" menggema di warung kopi. Kebetulan timnas...
Read moreJangan terburu-buru buka jendela. Jangan hanya siapkan mata belaka. Langit sore yang gelap menuju petang. Orang-orang lalu-lalang sibuk dengan aktivitas...
Read moreDi dalam dunia terdapat suka dan duka. Ada kelahiran dan kematian. Semua akan tiba tanpa penjadwalan. Senja di kota menampakkan...
Read moreMereka berdua sarapan. Sesekali obrolan kecil mewarnai. Sebelum nasi tandas di piringnya, Aisyah bertanya: Kopi tanpa gula itu untuk apa...
Read moreJika hidup merupakan seni mengolah pikiran. Maka empati dan kehidupan merupakan bagian yang tak terpisahkan. Namun diperlukan kecermatan untuk memahami...
Read moreBerikut kisah persahabatan seekor sapi dan kambing sebelum ajal menjemput mereka. Gema takbir menggema di Pulau Lidah. Manusia di Pulau...
Read more