Senja Berikhtiar dan Tuhan yang Menentukan
Kau boleh memilih pada siapa hatimu kau berikan. Tapi kau harus tahu, hasil akhir tetap wilayah Tuhan. Namanya Kalla, ia...
Read moreKau boleh memilih pada siapa hatimu kau berikan. Tapi kau harus tahu, hasil akhir tetap wilayah Tuhan. Namanya Kalla, ia...
Read moreOjo kesusu bukak jendela. Yen awakmu durung siap nompo nur utawi cahaya. Lagu "Mawthini" menggema di warung kopi. Kebetulan timnas...
Read moreJangan terburu-buru buka jendela. Jangan hanya siapkan mata belaka. Langit sore yang gelap menuju petang. Orang-orang lalu-lalang sibuk dengan aktivitas...
Read moreDi dalam dunia terdapat suka dan duka. Ada kelahiran dan kematian. Semua akan tiba tanpa penjadwalan. Senja di kota menampakkan...
Read moreMereka berdua sarapan. Sesekali obrolan kecil mewarnai. Sebelum nasi tandas di piringnya, Aisyah bertanya: Kopi tanpa gula itu untuk apa...
Read moreJika hidup merupakan seni mengolah pikiran. Maka empati dan kehidupan merupakan bagian yang tak terpisahkan. Namun diperlukan kecermatan untuk memahami...
Read moreBerikut kisah persahabatan seekor sapi dan kambing sebelum ajal menjemput mereka. Gema takbir menggema di Pulau Lidah. Manusia di Pulau...
Read moreSumarsih, Sentot, dan Rumini merupakan penduduk yang telah lama membuka lapak di Pasar Kota. Bagi mereka pasar bak rumah ke-dua....
Read moreGugurnya dedaunan di Antapani bukan untuk mati, melainkan untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Malam di penghujung Februari, Darmanto mimpi...
Read more"Kau boleh saja keliru, namun jangan sampai salah”. (Hadji Moeloek) Setelah sampai kost, Kimpluk langsung duduk di depan meja laptop...
Read more