Saat Athok dan Saya Memancing Perkara Ghaib di Rawa Kutuk
Mancing ikan memang membohongi makhluk Tuhan. Serupa menebar janji kesejahteraan, tapi diam-diam mengesahkan RUU yang memicu binasanya kehidupan. Athok, kawan...
Read moreMancing ikan memang membohongi makhluk Tuhan. Serupa menebar janji kesejahteraan, tapi diam-diam mengesahkan RUU yang memicu binasanya kehidupan. Athok, kawan...
Read moreKisah gerakan yang penuh tanda tanya di kabupaten yang konon jadi lumbung pangan dan energi. Angin malam berhembus. Menyapa daun...
Read moreIhwal geladak kapal dan hujan yang memishkan Tedjo-Cornelia untuk sementara waktu. Cornelia dan Tedjo menikmati desir angin di bantaran sungai...
Read moreSebelum menangis, gadis itu mencari pohon pinggir jalan yang terdapat namanya dan nama kekasihnya. Tapi sial, pohon itu telah digergaji...
Read moreTedjo sebagai pribumi memiliki harga diri. Namun di atas status sebagai pribumi maupun penjajah, ada yang lebih utama yakni manusia....
Read moreBodjonegoro, tak seindah negerimu, Cornelia. Lepas menerima surat dari Tedjo, Cornelia masuk ke rumah dengan muka merah. Ia amat sangat...
Read moreKenangan Herinneringen, anak Residen yang pernah menduduki Bodjonegoro. Tentang kehidupan pribadi, sosial, dan segela sesuatu yang dirasakan ketika berada di...
Read moreDengan bangga aku bercerita tentang tempat ibadah bangsaku, Tionghoa. Meski sesungguhnya aku telah memilih islam sebagai agama. Perlahan tirai jendela...
Read moreSehabis Corona, di Kota Sisilia kini dibangun patung Livia Drusilla sebagai penghormatan kepadanya yang telah berkorban menyelamatkan nyawa penduduk. Livia...
Read moreUmurku genap 25 tahun pada 7 Juli 2020. Ganjil bila dihitung. Sialan sudah mulai dewasa aku rupanya. Bilangan 25 adalah...
Read more